Buku Jakarta Undercover #3 {Forbidden City) ini terbit seminggu sebelum film Jakarta Undercover produksi Rexinema (Velvet Film) dirilis ke pasar. Alasan utamanya, biar kompak dan satu irama saja dengan produksi film. Istilah Forbidden City atau Gugong Bowuguan dalam bahasa Cina, yang menjadi sub-judul buku ini, secara sejarah mungkin tidak banyak berhubungan dengan salah satu peninggalan Emperor Mid-Ming tahun 1422 yang sampai sekarang masih kokoh berdiri di pusat Kota Beijing itu. Forbidden City hanyalah sebuah istilah saja. Karena maknanya beda – beda tipis dengan kondisi Jakarta saat ini. Makanya, digunakan judul Jakarta Undercover (Forbidden City) up [to] date dan [re] visited. Ooo.. seperti apa kira-kira gambarannya ya..? Makin keren, gemerlap, dan ehmmm…edan, Man! Barangkali, kalimat itulah yang pas untuk untuk menggambarkan kondisi dan situasi Jakarta.

Download Now